Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Selasa, 26 Mei 2015

steering gear hidrolik di kapal


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara yang dikelilingi oleh perairan, karena hampir 2/3 luas wilayahnya merupakan perairan. Sehingga, wajar apabila kegiatan tranportasi perairan di  Indonesia tumbuh dengan pesat. Selain dikarenakan wilayah Indonesia yang berupa  perairan, hal tersebut juga dapat dikarenakan asal usul nenek moyang kita yang seorang pelaut. Dalam hal ini, dua unsur penting yang menunjang tumbuh pesatnya kegiatan transportasi perairan tersebut yaitu perkapalan dan pelayaran.
Dunia perkapalan dan pelayaran merupakan dua hal yang saling berkaitan. Sehingga, dalam pelaksanaan aktivitasnya, dunia perkapalan dan pelayaran merupakan dua hal yang saling membutuhkan. Untuk dunia perkapalan, dunia pelayaran dibutuhkan untuk proses  pengembangan teknologi yang dapat mengoptimalkan kinerja sistem yang terdapat pada kapal. Sedangkan, untuk dunia pelayaran itu sendiri, perkapalan dibutuhkan untuk membantu memperbaiki dan mengoptimalkan sistem pada kapal yang tidak dapat diatasi oleh kru kapal. Dalam hal ini, contohnya adalah sistem kontrol pada steering gear.
Dalam kondisi operasional sering terjadi sistem kontrol steering gear kapal mengalami problem. Hal tersebut, dapat menimbulkan sesuatu yang sangat bermasalah, apa bila tidak dilakukan penanganan yang sesuai dengan jenis problem yang terjadi. Oleh karena itu, diangkatlah sebuah sea project berupa studi kasus yang berjudul “Analisa Sistem Kontrol Steering Gear Hidrolik”.
Adapun yang dimaksud analisa tersebut merupakan proses troubleshooting yang berupa pengambilan data dan mekanisme pada peralatan sistem kontrol steering gear hidrolik pada kapal kargo. Objek penelitian yang digunakan adalah sistem kontrol steering gear hidrolik PT Pelni. Karena prioritas pada sea project ini adalah studi kasus, hasil yang dihasilkan berupa kesimpulan dan saran rekomendasi yang dapat diaplikasikan pada kekurangan sistem kontrol steering gear hidrolik. Sehingga, dapat dijadikan sebagai bahan untuk proses lanjutan. Proses lanjutan yang dimaksud dapat berupa pengembangan teknologi ataupun buku panduan standart maintenance pada sistem kontrol kelistrikan steering gear hidrolik.














1.2    BATASAN MASALAH
Batasan masalah merupakan suatu hal berisi pemfokusan pada objek suatu
penelitian yang dikerjakan. Dalam studi kasus analisa instalasi kontrol sistem steering gear ini yang menjadi batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup permasalahan dalam membahas penelitian tersebut. batasan  masalah tersebut tersebut digunakan sebagai acuan untuk memperjelas pembahasan yang tentang kasus objek yang diteliti. Batasan masalah tersebut meliputi:
·         Objek yang dibahas hanya meliputi sistem kontrol steering gear.
·         Sistem kontrol yang dibahas hanya pada pada bagian kelistrikan steering gear hidrolik.
·         Analisa yang dilakukan tidak membahas tentang pengaruh luar yang dapat mempengaruhi mekanisme sistem kontrol steering gear hidrolik
1.3    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas, dapat diambil suatu permasalahan umum yaitu bagaimana proses yang dilakukan dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut dalam hal perawatan dan perbaikan. Oleh sebab itu, permasalahan yang dapat menunjang kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana instalasi sistem kontrol steering gear hidrolik ?
2. Bagaimana mekanisme kerja sistem kontrol steering gear pada saat kondisi operasional ?
3. Bagaimana cara menganalisa sistem kontrol steering gear ?



1.4  TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.      Menjelaskan instalasi sistem kontrol steering gear hidrolik.
2.      Menjelaskan mekanisme kerja sistem kontrol steering gear hidrolik pada saat kondisi operasional normal.
3.      Menentukan bagian analisa dan mengidentifikasi problem yang terjadi serta penanganan yang dilakukan pada sistem control steering gear hidrolik

1.5 MANFAAT PENELITIAN
Memberikan gambaran nyata tentang sistem kontrol steering gear hidrolik yang ada di lapangan dan memberikan tambahan masukan terhadap pengembangan system kontrol steering  gear hidrolik.









BAB II
                                         TINJAUAN PUSTAKA

2.1  REVIEW  PENELITIAN SEBELUMNYA
     Adapun hasil penilitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya  sebagai berikut :
                                              Tabel 2.1 Review penelitian

No
Nama
Judul
Hasil
1

































Nugraha, I Putu Arsa adi
(Tahun 2013)

































Steering gear
Sistem kontrol
Scan-steering
SSE 200M
MV Multi Sarana































Sistem kontrol steering gear merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengatur proses kerja dari kemudi kapal. Sistem kontrol steering gear terdiri dari bermacam-macam tipe seperti kontrol hidrolik, mekanik, pneumatik, dan kontrol elektrik. Pada ada zaman sekarang sebagian atau bahkan semua kontrol dari peralatan steering gear kapal menggunakan sistem kontrol elektrik dalam proses kerjanya. Salah satu dari sistem kontrol elektrik tersebut adalah scan-steering. Scan-steering adalah peralatan kontrol power, kontrol alarm dan kontrol manuver steering gear yang mengaplikasikan penggunaan SSE 200M. Pada field project ini akan dibahas studi kasus yang bertujuan untuk melakukan analisa sekaligus pembelajaran terhadap sistem kontrol steering gear bertipe hidrolik scan steering pada kapal kargo. Kapal kargo yang menjadi objek penelitian dari field project ini adalah MV MULTI SARANA yang terdaftar dalam kels BKI dan LR. Kontrol manuver dan kontrol motor starter adalah bagian yang dijadikan objek analisa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah saran yang dapat diaplikasikan pada kekurangan yang terdapat sistem kontrol scan-steering. Pengembangan yang dilakukan pada analisa ini dapat digunakan menjadi suatu tambahan wawasan dan referensi dalam pengembangan teknologi tentang keseluruhan sistem
kontrol steering gear kapal.
2.
Trihartanto Wibowo (2013)
STEERING-GEAR
Analisa sistem kemudi pada kapal patroli
Sistem kemudi pada sebuah kapal mcrupakan salah satu komponen yang vital, karena dcngan sistem kemudi inilah kapal dapat dikendalikan sesuai dengan arah yang diinginkan. Walaupun prinsip kerjanya secara sckilas adalah sederhana, namun untuk dapat mcngendalikan rudder blades dari jarak yang cukup jauh dcngan aman, nyaman dan akurat dibutuhkan sistem transmisi sistem hidrolik yang cukup rumit. Sampai saat ini seluruh komponen dan rancangan sistem kemudi tersebut berasal dari negara lain, sehingga apabila terjadi kerusakan terkadang masih membutuhkan teknikal asing dari negara yang membuatnya untuk perbaikan. Dari analisa yang dilakukan pada tugas akhir ini, penyusun mencoba untuk mengetahui karakteristik dari sistem hidrolik yang digunakan. Sebagai langkah awal, diperlukan untuk mengerti tidak hanya sistem hidrolik yang digunakan tetapi juga kemampuan manuver kapal. Dengan melihat skema sistem hidrolik dan komponen-komponen yang digunakan, sistem kemudi kapal tersebut dapat dipelajari dan dianalisa untuk mengetahui karakteristik sistem hidrolik yang digunakan. Dan untuk mencntukan daya pompa dalam rangkaian sistem kemudi tersebut, perhitungan beban maksimum rudder yang dipakai adalah pada saat sudut belok dimana rudder mendapat beban maksimum dcngan batas kecepatan kapal masih dapat melakukan manuver dengan baik.


2.2 LANDASAN TEORI
2.2.1 PENGERTIAN SISTEM STEERING GEAR
Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya Hukum Archimedes. Steering gears adalah suatu mesin yang menggunakan sistem hidrolik untuk menggerakkan daun kemudi kapal. Sifat dari sistem hidrolik yang tidak berisik (silent operation), gerakan mulus, mampu bekerja pada berbagai cuaca sangat cocok untuk diterapkan pada steering gears kapal. Mesin Hidrolik Tangan (Manual) Digunakan pada non propeller barges (tongkang tak bermesin) dan juga dipakai pada kapal-kapal bertonase rendah serta dipakai untuk stand – by bagi mesin hidrolik yang bertenaga mesin.

2.2.2 KONSTRUKSI STEARING GEAR HIDROLIK
a. Wheel Pump
b. Shut of Valve
c. Non return valve
d. Solenoid valve
e. Pompa hidrolik
f. Silinder
g. Tiller
h. Base plate
i. By pass valve
j. Fleksible Hoses
k. Sistem hidrolik


2.2.3        SISTEM HIDROLIK
a. Oil Reservior
b. Return filter
c.  Selenoid valve
d.                      Oil lock
e.  Relief valve
f.  Shut of valve
g. Distributor
h. Throttle valve
i.   Shock valve



2.2.4 KELEBIHAN SISTEM HIDROLIK
Sistem hidrolik memiliki banyak kelebihan. Sebagai sumber kekuatan untuk banyak variasi pengoperasian. Kelebihan sistem hidrolik antara lain :
1)   Bila dibandingkan dengan metode tenaga mekanik mempunyai kelemahan pada penempatan posisi tenaga transmisinya. Lain halnya dengan tenaga hidrolik saluran-saluran tenaga hidrolik dapat ditempatkan pada setiap tempat. Tanpa menghiraukan posisi poros terhadap transmisi tenaganya seperti pada sistem tenaga mekanik. Tenaga hidrolik lebih fleksibel dalam segi penempatan transmisi tenaganya.
2)   Dalam sistem hidrolik, gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk menggerakkan atau mengangkat beban yang sangat berat dengan cara mengubah sistem perbandingan luas penampang silinder. Hal ini tidak lain adalah karena kemampuan komponen-komponen hidrolik pada kecepatan dan tekanan yang sangat tinggi.
3)   Sistem hidrolik menggunakan minyak mineral sebagai media pemindah gayanya. Pada sistem ini bagian-bagian yang bergesekan terselimuti oleh lapisan minyak (oli). Sehingga pada bagian-bagian tersebut dengan sendirinya akan terlumasi. Sistem inilah yang akan mengurangi angka gesekan.
4)   Beban dengan mudah dikontrol memakai katup pengatur tekanan (relief valve). Karena apabila beban lebih tidak dengan segera diatasi akan merusak komponen-komponen itu sendiri. Sewaktu beban melebihi dari kemampuan penyetelan katupnya, pemompaan langsung dihantarkan ke tangki dengan batas-batas tertentu terhadap gayanya.
5)   Dengan sistem hidrolik, begitu pompa tidak mampu mengangkat, maka beban berhenti dan dapat dikunci pada posisi mana saja. Lain halnya dengan motor listrik dalam keadaan jalan tiba-tiba dipaksa untuk berhenti.
6)   Mudah dalam pemasangan
7)   Ringan
8)   Sedikit perawatan
9)   Tidak berisik

2.2.5 KEKURANGAN SISTEM HIDROLIK
Sedangkan kekurangan dari sistem hidrolik adalah sebagai berikut :
1)   Harga mahal karena menggunakan fluida cairan yang berupa oli
2)   Apabila terjadi kebocoran, akan mengotori sistem, sehingga sistem hidrolik jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan.

2.2.6 KOMPONEN YANG DIGUNAKAN PADA SISTEM HIDROLIK
1.      Piston sebagai aktuator
2.      Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi    fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja
3.      Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa,   menyimpan fluida bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat
4.      Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur
5.      Hose
6.      Hose Couplers (penyambung hose)
















2.3 KERANGKA PENELITIAN
   Di susun agar dalam menganalisa permasalahan yang dibahas dapat mempermudah dalam pembahasan secara terperinci, pembahasan tentang Analisa sistem steering gear hidrolik di atas kapal maka dirancang sedemikian rupa sehinga mampu bekerja secara optimal.
Mulai
Observasi objek Lapangan
Studi Literature
Pegambilan data
Objek penelitian
Selesai
Penjelasan Objek Penelitian :
1.       Steering gear hidrolik
2.       Konstruksi Steering gear
3.       sistem kontrol steering gear hidrolik
4.       mekanisme kerja sistem kontrol steering gear
 















BAB III
METODE PENELITIAN
3.1   Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif adalah sebuah metode penelitian dengan menggunakan  data yang  menggambarkan  sesuatu dari ucapan dan tulisan serta sikap dan  perilaku dari  beberapa orang yang dijadikan objek penelitian tersebut.
Kemudian, dari metode yang telah dilakukan ini akan dibuat sebuah kesimpulan untuk menjelaskan mengenai ucapan dan tulisan dari objek yang telah diteliti.
Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif secara umum dikelompokkan ke dalam dua jenis cara, yaitu teknik yang bersifat interaktif dan non-interaktif. Metode interaktif meliputi interview dan observasi berperanserta, sedangkan metode noninteraktif meliputi observasi takberperanserta, tehnik kuesioner,  mencatat dokumen, dan partisipasi tidak berperan.
3.2  Tempat dan Waktu Penelitian
Rencana tempat di laksanakannya penelitian di lakukan pada saat melaksanakan praktek laut di atas kapal selama ± 6 bulan dan praktek darat  ± 6 bulan dengan mengumpulkan data yang di dapat nantinya.





3.3  Metode Pengumpulan Data
Data dan informasi yang diperlukan untuk penulisan proposal penelitian ini dikumpulkan melalui :
1.    Metode Lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang dilakukan  dengan cara mengadakan peninjauan langsung pada obyek yang diteliti. Data dan informasi dikumpulkan melalui :
a.    Observasi, mengadakan pengamatan secara langsung dilapangan dimana penulis melaksanakan praktek laut. Di dalam suatu penelitian, selain menggunakan metode pokok digunakan  juga metode pelengkap yang saling mengisi atau melengkapi. Observasi adalah metode pelengkap, teknik observasi digunakan dengan maksud untuk mendapatkan atau mengumpulkan data secara langsung mengenai gejala-gejala tertentu dengan melakukan pengamatan serta mencatat data yang berkaitan dengan pokok masalah yang diteliti. Observasi yang penulis lakukan adalah dengan mengadakan pengamatan langsung sewaktu penulis akan melaksanakan praktek laut, mengamati cara-cara kerja prosedur darurat  terkhusus pada prinsip penggunaan alat keselamatan yang dilakukan oleh seluruh awak kapal, setelah itu oleh para Perwira jaga akan melakukan pengecekan prinsip dan tindakan yang harus di ambil saat terjadi situasi berbahaya, bila terdapat kesalahan. Di samping itu observasi adalah pengumpulan data secara langsung dan sangat penting dalam penelitian deskriptif.
b.    Wawancara, mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan para perwira yang ada di kapal dan para Dosen di lingkungan Politeknik Ilmu Pelayaran Surabaya.
2.    Tinjauan Kepustakaan (Library Research),  yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari literature, buku-buku dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas, untuk memperoleh landasan teori yang akan digunakan dalam membahas masalah yang diteliti.
3.4  JENIS DAN SUMBER DATA
Untuk menunjang kelengkapan pembahasan dari penulisan ini, maka penulis memperoleh informasi dari data dan sumber sebagai berikut :
1.  Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif  karena data yang di peroleh peneliti didapatkan langsung dari deck or engine crew (Adapun sumber data yang penulis gunakan terdiri atas awak kapal serta perwira jaga yang mempunyai tugas di anjungan maupun di kamar mesin) melalui pertanyaan – pertanyaan yang menyangkut prinsip kerja alat navigasi radar baik itu pada saat mengalami situasi darurat maupun dalam keadaan  normal. Pembahasan tentang prinsip kerja prosedur darurat ini bisa dilaksanakan pada saat penelitian jaga di atas kapal, meeting (pertemuan),  dan saat langsung mengadakan pengamatan pada sistem kerja crew kapal.



2.   Sumber data
 a.   Data primer
             Data ini merupakan data yang diperoleh  saat mengadakan wawancara dengan perwira jaga di anjungan atau di kamar mesin pada saat itu, mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika memeriksa atau menganalisa sisitem steering gear diatas kapal.
b.   Data sekunder
Data ini merupakan data yang diperoleh dari literature - literatur dan artikel - artikel yang ada hubungannya dengan masalah dan merupakan data pelengkap dari data primer yang didapat dari perusahaan serta hal - hal lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
3.5  LANGKAH – LANGKAH PENELITIAN
Kegiatan penelitian direncanakan pada saat penulis mengadakan praktek laut dan praktek darat. Untuk mengetahui situasi dengan bekal pengetahuan dari apa yang didapatkan lewat studi kepustakaan. Selanjutnya saya memulai identifikasi masalah - masalah yang ada dan menetapkan apa yang menjadikan tujuan dan masalah yang saya temui, maka saya dapat menentukan metode penelitian yang sesuai dari apa yang di peroleh sesuai dengan langkah – langkah diatas, maka saya dapat mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Data yang telah diperoleh diolah sesuai dengan teori metode yang saya telah tetapkan dari awal sebelum melakukan pengumpulan data - data yang telah di olah kemudian saya analisa, hasil yang diperoleh dengan membandingkan hasil – hasil dari disiplin teori yang saya gunakan. Dari hasil perhitungan yang saya analisa kemudian membuat pembahasan mengenai hal tersebut.
Setelah semuanya telah dianggap selesai, maka kita dapat menarik sebuah kesimpulan dari apa yang telah di analisa dan dibahas. Kemudian kita juga memberikan saran apa yang sesuai dengan apa yang kita simpulkan, dan ini dapat merupakan bahan masukan tentang prinsip kerja keselamatan dan prosedur – prosedur apa yang dilakukan saat terjadi kecelakaan diatas kapal. Dan dapat membuat keputusan atau tindakan yang harus di ambil saat terjadi situasi bahaya di atas kapal. Barulah langkah – langkah ini dianggap selesai.











DAFTAR PUSTAKA
Nugraha, I putu arsa adi. Analisa sistem kontrol steering gear hidrolik dengan 1 rudder (studi kasus pt meratus line - mv multi sarana) (2013). (Online).  
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-27553-6408030027. Diakses pada tanggal 10 April 2015.

Marblemist. Kelebihan dan kekurangan sistem steering gear hidrolik (2012). (Online).http://glamorous-hani.blogspot.com/2012/05/kelebihan-dan-kekurangan-sistem.html. Diakses pada tanggal 17 April 2015.

Trihartanto wibowo. Analisa sistem kemudi pada kapal patrol (2013). http://dewey.petra.ac.id/catalog/ft_detail.php?knokat=23218
             Diakses pada tanggal 15 April 2015.

novryan johan van kelrk sitorus.Ilmu Pelayaran Elektronik (2013). (online)

http://novryanjohan.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 15 April 2015