PENGENALAN MESIN PENGGERAK KAPAL
mesin penggerak kapal merupakan suatu alat atau mesin yang digunakan sebagai motor penggerak kapal sehingga kapal dapat
bergerak dari tempat yang satu ke tempat yang lain. horee...akhirnya
saya bisa buat postingan baru lagi, selama ini fokus ngerjain skripsi
tapi sekarang alhamdulillah udah kelar (akhirnya masa studi 6 tahun
berakhir,hehehe...).oke lanjut deh tentang mesin penggerak kapal, dalam
sejarah perkembangan mesin penggerak kapal terdapat beberapa tipe yang mendominasi hingga kurun waktu tertentu, adalah sebagai berikut :
1. Reciprocating Steam Engine
mendominasi dunia ship propulsion (sistem penggerak kapal)
hingga sekitar tahun 1910-an. Keunggulannya adalah terletak pada
pengaturan beban, khususnya untuk arah reversed (arah mundur) yang mana Reciprocating Steam Engine memberikan
kemudahan serta lebih efisien pada range kecepatan rotasi tertentu agar
match dengan kinerja screw propeller. Kelemahannya Reciprocating Steam
Engine adalah pada instalasinya yang relatif berat, kebutuhan space yang
besar, output power per cylinder-nya masih sangat terbatas. Selain itu,
Steam tidak dapat bekerja secara efektif pada tekanan relatif rendah.
Serta kebutuhan fuel consumption yang tinggi, sebagai gambaran bahwa
untuk triple-expansion engine maka memerlukan superheated steam yang
mengkonsumsi bahan bakar (oil) hingga ± 0.70 kg per kWh.
gambar steam engine mesin penggerak kapal

gambar steam engine

gambar steam engine

gambar steam engine 2
2. Marine (Steam) Turbines
mesin penggerak kapal yang pertama diinstal oleh Sir Charles Parsons ke kapal Turbinia pada
tahun 1894, dengan kecepatan mencapai 34 knots.Kemudian turbines
mengalami kemajuan pesat hingga pada tahun 1906, yang mana diaplikasikan
sebagai tenaga penggerak untuk kapal perang HMS. Dreadnought dan kapal
Atlantic Liner – Mauretania. Kebutuhan bahan bakar (fuel consumption)
secara rata-rata untuk suatu Large Turbine adalah 0.30 kg per kWh. Namun
demikian, keunggulan segi ekonomis tersebut mengalami suatu tantangan
dari sisi Non-reversible dan Rotational Speed, yang mana memerlukan
pertimbangan teknis lebih lanjut. Untuk kepentingan reverse diperlukan
adanya reversing turbines yang secara terpisah diinstal ke sistem.
Sementara itu untuk mengatasi rotational speed-nya yang relatif tinggi,
maka diperlukan adanya mechanical geared untuk menurunkan putaran output
turbines khususnya untuk alat gerak kapal berjenis screw propeller,
sehingga hal itu menyebabkan terjadinya power loss berkisar 2 hingga 4
persen. Penurunan putaran turbines (rpm) ke propeller shaft (poros
propeller), dapat juga diatasi dengan merancang electric driven, yaitu
dengan meng-couple secara langsung antara turbine dengan generator yang
mana keduanya sama-sama memiliki operasional yang lebih efisien bila
dalam kondisi putaran tinggi.
ini dia gambar marine (steam) engine.

gambar marine (steam) turbines
Kemudian, generator men-supply listrik ke electric motor yang dihubungkan dengan poros propeller. Hal ini memberikan kelonggaran pada masalah lay-out engine room yang mana pengaruh hubungan poros secara langsung dari turbine ke propulsor dapat dieleminasi. Turbo-electric Drive juga memberikan keuntungan terhadap pengurangan untuk reversed gear mechanism serta fleksibilitas dalam operasinya. Namun demikian, power loss akibat transmisi tenaga serta investment perlu dipertimbangkan.
3. Internal Combustion Engines (diesel engine)
mesin penggerak kapal yang digunakan dalam propulsi kapal, pada
umumnya adalah Reciprocating engines yang beroperasi dengan
prinsip-prinsip diesel (compression ignation) yang mana kemudian dikenal
dengan nama Diesel Engines. Berbagai ukuran untuk Diesel Engines ini
kemudian dibuat, mulai dari kebutuhan untuk pleasure boats hingga ke
modern supertankers dan passenger liners. Engine ini dapat dikembangkan
hingga memberikan lebih dari 2500 kW per cylinder, maka output power
bisa mencapai 30,000 kW untuk 12 cylinders (40,200 HP). Torsi yang
diproduksi oleh Diesel Engine, adalah dibatasi oleh maximum pressure
dari masing-masing silinder-nya. Sehingga, ketika engine memproduksi
maximum torque, maka artinya, maximum power hanya dapat dicapai pada
kondisi maximum RPM. Diesel Engine secara konsekuensi, mungkin
memproduksi power sedemikian hingga proporsional dengan RPM untuk
masing-masing throttle setting-nya. Pembatasan ini kemudian menyebabkan
masalah tersendiri didalam melakukan matching antara Diesel Engine dan Propeller.
contoh gambar diesel engine kapal ukuran kecil

gambar diesel engine kapal
4. Gas Turbine;
mesin penggerak kapal ini juga telah dikembangkan dalam dunia ship propulsion yangmana
bahan bakar (fuel) dibakar melalui proses udara yang dikompresikan, dan
gas panas hasil pembakaran tersebut digunakan untuk memutar turbine.Gas turbine umumnya
diaplikasikan pada dunia kedirgantaraan, dan perkembangannya sangat
tergantung pada teknologi metal yang mampu menahan terhadap tekanan dan
temperatur yang tinggi. Keunggulan dari gas turbine ini terletak pada
ukuran dan kapasitas power yang dihasilkan dibandingkan dengan tenaga
penggerak lainnya.
contoh gambar gas turbin kapal ukuran kecil

gambar gas turbin kapal
Selain itu, kesiapannya untuk beroperasi pada kondisi full load sangat
cepat, yaitu berkisar 15 menit untuk warming-up period. Marine Gas
Turbine sangat jarang dijumpai pada kapal-kapal niaga, hal ini
disebabkan karena operasi dan investasinya yang relatif mahal. Sehingga
paling banyak dijumpai pada kapal-kapal perang jenis, frigates; destroyers; patrol crafts; dsb. Instalasinya pun kadang merupakan kombinasi dengan tipe permesinan yang lainnya, yakni : Diesel engines.
Beragam macam dari tipe marine engines, tidak semuanya di-rate pada
basis yang sama. Sebagai misal, Steam Reciprocating Engines selalu
di-rate dalam bentuk Indicated Power (PI ); Internal Combustion Engines
dalam bentuk Indicated Power, atau juga, Brake Power (PB ); dan Turbine
dalam bentuk Shaft Power (PS ). Bentuk Horse Power masih tetap digunakan
sampai saat ini, dimana untuk 1 HP = 0.7457 kW, sedangkan dalam English
units 1 HP = 550 ft-lb per sec. Indicated Power diukur di dalam
cylinders, yang artinya, ada suatu instruments yang bertugas merekam
secara kontinu tekanan uap atau gas.





